Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Apakah kita mengetahui perbedaan pantun, syair, dan gurindam? Semua yang telah disebutkan ini merupakan jenis karya sastra atau puisi lama.

Karya sastra merupakan suatu rangkaian kata yang mengandung makna untuk menyampaikan maksud penulis di dalam suatu tulisan. Terdapat dua jenis karya sastra, yaitu fiksi dan non fiksi.

Beberapa contoh karya sastra fiksi adalah puisi, prosa, drama dan lainnya. Sedangkan contoh karya sastra non fiksi adalah autobiografi, biografi, esai, kritik sastra, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Perbedaan Antara Gema dan Gaung

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam
Sumber Gambar: klikpedia.net

Pantun, syair dan gurindam tergolong ke dalam jenis puisi lama. Puisi lama merupakan puisi yang memiliki ikatan dengan aturan atau kaidah dalam penulisan karya sastra, seperti misalnya jumlah baris, rima dan makna.

Sedangkan puisi baru merupakan puisi yang tidak terikat dengan kaidah puisi lama. Lantas dimana letak perbedaan pantun, syair dan gurindam? Ya, perbedaannya terletak pada jumlah baris, jumlah kata, struktur pantun, rima di setiap baris dan maksudnya.

Agar kita lebih memahaminya, berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

Jumlah Kata

  • Jika dilihat dari jumlah katanya, pantun terdiri dari 8-12 suku kata.
  • Berbeda dengan syair yang terdiri atas 8-14 suku kata.
  • Sedangkan gurindam terdiri atas 10-14 suku kata.

Jumlah Baris

  • Umumnya pantun terdiri dari 4 baris.
  • Begitu pula dengan syair yang juga terdiri dari 4 baris.
  • Untuk gurindam terdiri dari 2 baris.

Struktur Pantun

  • Pada baris pertama dan kedua dalam pantun hanya berupa sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya berupa isi.
  • Berbeda dengan syair dimana setiap barisnya adalah isi.
  • Isi atau pun penyampaian maksud dalam gurindam terdapat pada baris kedua yang sekaligus menjadi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada yang terdapat di baris pertama.

Rima Pada Setiap Baris

  • Seperti yang kita ketahui, pantun memiliki rima a-b-a-b.
  • Ini berbeda dengan syair yang memiliki rima a-a-a-a.
  • Gurindam memiliki rima a-a, b-b, c-c, dan seterusnya.

Makna yang Terkandung

  • Biasanya, pantun memiliki makna nasihat dan juga teguran. Pada umumnya menggunakan kata jenaka sehingga dapat menghibur si pembacanya.
  • Syair juga memiliki makna nasihat. Namun syair juga mengandung filosofi hidup/kata-kata mutiara.
  • Gurindam mengandung makna nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai moral.

Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam
Sumber Gambar: asset-a.grid.id

 

Selain memiliki perbedaan, pantun, syair, dan gurindam juga memiliki persamaan. Persamaan-persamaannya terletak pada:

  • Pantun, syair, dan gurindam tergolong ke dalam puisi lama.
  • Selain itu, pantun, puisi, dan gurindam memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai nasihat.
  • Isi dari pantun, syair, dan gurindam mengandung nilai moral dan agama.
  • Baik pantun, syair, dan gurindam sama-sama terdiri atas bait-bait meskipun jumlahnya berbeda.
  • Persamaan pantun, syair, dan gurindam yang terakhir adalah ketiganya memiliki persamaan bunyi pada akhir baris.

Berdasarkan pembahasan tersebut diatas, maka kita telah mengetahui perbedaan pantun, syair, dan gurindam serta persamaannya. Hal tersebut diatas merupakan bentuk dari kekayaan beberapa bentuk karya sastra yang terdapat di Indonesia.

Karya sastra ini merupakan khazanah budaya Indonesia yang harus dijaga bersama-sama agar anak cucu kita kelak masih dapat mengetahui dan menikmati karya-karya sastra tersebut. Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan pantun, syair, dan gurindam dan juga persamaannya. Semoga bermanfaat.