Nama Latin Bawang Merah dan Klasifikasinya

Halo sahabat @PakTani11 yang terhormat, apakah anda sudah tahu nama latin bawang merah? Bawang merah merupakan salah satu rempah-rempah yang biasanya dijadikan sebagai bumbu masak.

Tanaman ini berasal dari Iran, Pakistan dan daerah pegunungan sebelah utara negara tersebut namun menyebar ke daerah tropis dan sub tropis.

Sebenarnya terdapat nama latin bawang merah dan klasifikasinya. Dan jika ingin tahu lebih jauh, ada banyak hal yang bisa dipelajari dari rempah-rempah yang satu ini.

Seperti manfaat bawang merah, cara menanam bawang merah di pot dan polybag, dan masih banyak hal tentang bawang merah yang lainnya.

Namun bagi orang awam, mungkin hanya mengetahui ciri fisik bawang merah ini. Yaitu memiliki kulit serta daging berwarna ungu kemerahan dan bertekstur seperti bawang bombay yang berlapis-lapis.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengupas tuntas tentang bawang merah, baik itu nama latin bawang merah, klasifikasi bawang merah, deskripsi bawang merah, ciri-ciri bawang merah, pertumbuhan bawang merah, atau pun jenis-jenis bawang merah.

Nama Latin Bawang Merah dan Klasifikasinya

Nama Latin Bawang Merah
Sumber Gambar: Pixabay

Nama Latin Bawang Merah

Bawang merah memiliki nama latin Allium cepa L. var. Aggregatum yang tergolong dalam kelompok Aggregatum dan memiliki ciri khas bau yang tajam namun tidak setajam bawang putih. Sedangkan dalam bahasa inggris, bawang merah mempunyai nama red onion.

Klasifikasi Bawang Merah

Bawang merah adalah tanaman dua musim namun tumbuh sebagai tanaman satu musim kecuali untuk produksi benih. Tanaman bawang merah tergolong dalam tanaman holtikultura yang termasuk kedalam sayuran rempah yang digunakan sebagai bumbu masakan agar dapat menambah cita rasa dan juga kenikmatan suatu masakan.

Adapun klasifikasi bawang merah adalah sebagai berikut:

Kingdom­ : Plantae

Divisi       : Spermatophyta

Subdivisi : Anglospermae

Kelas       : Monocotyledonae

Ordo       : Liliales

Famili      : Liliaceae

Genus     : Allium

Spesies   : Allium ascalonicum L

Deskripsi Bawang Merah

Klarifikasi Bawang Merah
Sumber Gambar: needpix.com

Setelah mengetahui nama latin bawang merah dan klasifikasinya, kini kita bahas tentang deskripsi bawang merah.

Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk yang memiliki bentuk tandan yang bertangkai antara 50-200 kuntum bunga. Ujung dan pangkal tangkainya mengecil sedangkan bagian tengahnya mengembung berbentuk seperti pipa yang memiliki lubang di dalamnya.

Tangkai tandan bunga bawang ini sangat panjang melebihi tinggi dari daunnya sendiri dan tingginya bisa mencapai 30-50 cm. Bunga bawang merah ini termasuk ke dalam bunga sempurna karena tiap bunganya terdapat benang sari dan kepala putik.

Sebenarnya, bakal buah terbentuk dari tiga daun buah yang disebut dengan carpel yang membentuk tiga buah ruang. Dalam tiap ruangnya terdapat dua calon biji. Buahnya berbentuk bulat dan ujungnya tumpul. Biji berbentuk agak pipih dan biji bawang merah ini dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara generatif.

Nutrisi yang terkandung pada bawang merah ini adalah vitamin C, kalium, serat, dan juga asam folat serta mengandung kalsium dan zat besi. Selain itu, bawang merah juga mengandung zat pengatur tubuh alami yaitu berupa hormon auksin dan giberelin.

Bawang merah bermanfaat sebagai obat tradisional. Hal ini karena bawang merah dikenal sebagai obat yang mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin.  Selanjutnya senawa alliin diubah oleh enzim alliinase menjadi asam piruvat, amnia, dan juga alliisin sebagai anti mikroba yang memiliki sifat bakterisida.

Baca manfaat bawang merah

Lalu mengapa air mata kita keluar ketika kita mengiris bawang merah? Penyebabnya adalah bawang merah mengandung senyawa sin-propanatial-S-oksida (syn-propanethial-S-oxide) yang terbentuk akibat jaringan bawang merah yang ter iris.

Pembentukannya karena terpicu oleh dilepaskannya enzim lachrymatory-factor synthase saat jaringan tubuh tanaman dilukai. Enzim inilah yang mengubah asam-asam amino sulfoksida (mengandung oksida belerang) menjadi asam sulfenat yang tidak stabil.

Nah salah satu senyawa yang terbentuk dari asam sulfenat ini adalah sin-propatnatial-S-oksida yang menyebar di udara. Kemudian kelenjar air mata akan terangsang oleh senyawa tersebut yang mengakibatkan keluarnya air mata.

Ciri-Ciri Bawang Merah

Ciri Ciri Bawang Merah
Sumber Gambar: needpix.com

Dibawah ini adalah ciri-ciri bawang merah yang dapat dilihat mulai dari akar, daun, batang, dan juga bunga.

  • Bawang merah memiliki akar serabut dengan pekarangan dangkal serta bercabang terpencar dengan kedalaman antara 15-30 cm
  • Bentuk bawang bawang merah menyerupai cakram, tipis dan juga pendek. Ini berguna untuk titik tumbuh atau sebagai tempat melekat pekarangan dan mata tunas
  • Daun bawang merah berbentuk bulat kecil memanjang seperti pipa. Panjangnya sekitar 50-70 cm. Bagian ujung daun meruncing, berwarna hijau muda atau hijau tua
  • Sedangkan tangkai daunnya keluar dari ujung tanaman dengan panjang antara 30-90 cm. Pada ujung tangkal biasanya terdapat kuntum bunga yang tersusun bulat/melingkar mirip dengan bentuk payung.

Pada tiap kuntumnya terdiri dari 5-6 helai daun bunga yang berwarna putih. 6 benang sari memiliki warna hijau kekuningan dan 1 putik bakal buah memiliki bentuk segitiga.

Tahap Perkembangbiakan Bawang Merah

Tahapan Pertumbuhan Bawang Merah
Sumber Gambar: gardenandhappy.com

Bawang merah adalah salah satu tanaman yang berkembang biak dengan cara vegetative alami dengan umbi lapis. Hal ini karena bawang merah memiliki pelepah daun yang berlapis-lapis. Di bagian atas tumbuh daun sedangkan di bagian bawah terdiri dari cakram dan juga akar.

Perkembangan umbi lapis dimulai dari tumbuhnya siung pada tunas ketiak paling luar. Siung ini akan mengambil makanan dari induk pada tahap awal perkembangannya. Saat siung sudah berdaun dan juga berakar, maka siung dapat membuat makanan sendiri dengan cara melakukan fotosintesis.

Pertumbuhan Bawang Merah

Tanaman bawang merah dapat tumbuh di ketinggian 0-1000 mdpl. Namun tumbuh optimalnya pada ketinggian 0-400 mdpl. Bawang merah juga cocok di tanam di daerah dengan iklim kering dengan suhu berkisar antara 25-32ºC.

Pertumbuhan bawang merah akan maksimal jika ditanam pada tempat terbuka, cukup terkena sinar matahari namun akan sulit menghasilkan umbi jika suhu udara dibawah 22ºC.

Umumnya, tanah yang baik untuk menanam bawang merah yaitu tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Memiliki sirkulasi yang baik terhadap aliran air. Karena tanaman ini memerlukan air yang banyak namun tidak menyukai tempat yang becek.

Penanaman bawang merah yang baik adalah pada saat musim kemarau yaitu antara bulan April sampai Oktober.

Sel-Sel Bawang Merah

Pada sebuah pengamatan menggunakan mikrokop, terlihat sel-sel bawang merah yang berlapis-lapis. Tiap sel terdapat organel sel seperti sitoplasma, dinding sel, serta nucleus.

Dinding sel ini berfungsi untuk melindungi dan juga memberikan bentuk pada sel, sedangkan nucleus memiliki bentuk oval dan merupakan organel dalam sel. Sel epidermis memiliki dinding sel berbentuk tidak beraturan. Sedangkan dinding sel bawang merah tersusun oleh dinding sel, sitoplasma, dan inti sel.

Bunga Bawang Merah

Bunga bawang merah tergolong ke dalam bunga majemuk dengan bentuk tandan. Tangkai bunga ini keluar dari ujung tanaman dengan panjang sekitar 30-90 cm serta ujungnya terdapat 50-200 kuntum bunga yang tersusun seperti payung.

Bunganya ini terdiri dari 5-6 helai daun bunga berwarna putih, terdapat juga 6 benang sari berwarna hijau kekuning-kuningan dan memiliki 1 putik. Hal tersebut menjadikan bawang merah memiliki bunga sempurna (hemaprodit) karena memiliki benang sari dan juga putik bunga yang dapat melakukan penyerbukan sendiri atau silang.

Kulit Bawang Merah

Mungkin bagi sebagian orang, hanya bagian daging bawang merah saja yang dapat dimanfaatkan, namun faktanya kulit bawang merah juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi bahkan lebih tinggi dari yang terkandung pada daging/buahnya.

Kulit bawang merah ini merupakan sumber yang kaya akan antioksidan, flavonoid, dan serat makanan yang bisa meningkatkan kesehatan kulit. Selain itu, kulit bawang merah juga tinggi akan pigmen atau yang biasa dikenal dengan quercetin. Kandungan ini bisa mencegah penyumbatan arteri serta dapat mengurangi hipertensi.

Manfaat lainnya dari kulit bawang merah yaitu memiliki sifat penenang yang kuat serta dapat mengobati insomnia, memiliki kualitas antibakteri, antioksidan dan juga anti jamur yang tinggi.

Akar Bawang Merah

Tanaman bawang merah memiliki perakaran yang dangkal serta bercabang memancar. Rata-rata kedalaman akar bawang merah ini sekitar 15-30 cm ke dalam tanah dan tumbuh di sekitar umbi bawang merah.

Umbi Bawang Merah

Umbi bawang merah dapat terlihat jelas pada umbi gandanya sebagai benjolan ke kanan atau ke kiri yang mirip dengan bawang putih. Sedangkan lapisan pembungkus siung bawang merah ini tidak banyak, yaitu sekitar 2-3 helai namun tebal.

Biasanya lapisan tiap-tiap siung bawang merah ini sesuai dengan banyak dan tebalnya lapisan pembungkusnya. Pada setiap siung bawang merah akan membungkus umbi baru dan juga bisa membentuk umbi yang nantinya dapat terbentuk rumpun yang terdiri dari 3-8 umbi baru.

Pohon Bawang Merah

Bawang merah merupakan salah satu tanaman yang banyak memiliki kandungan dan senyawa yang tinggi. Hal ini yang menjadikan banyak orang menggunakan bawang merah untuk dijadikan bahan herbal dan juga obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan juga dapat menyehatkan kesehatan tubuh.

Di Indonesia, tanaman holtikultura ini dapat tumbuh dengan subur di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, atau daerah-daerah lainnya di luar pulau jawa. Namun negara produsen bawang merah terbesar di dunia adalah negara Jepang, Amerika, Italia, Rumania, dan Meksiko.

Baca informasi tentang tanaman di sini.

Jenis-Jenis Bawang Merah

Jenis Jenis Bawang Merah
Sumber Gambar: discovergermany.com

Terdapat beberapa jenis bawang merah yang biasanya di budidayakan di Indonesia. Pada setiap varian ini memiliki perbedaan dan keunggulan masing-masing.

Perbedaan tersebut dapat dilihat dari ukuran, bentuk, aroma umbi, dan lainnya. Inilah beberapa jenis bawang merah yang umumnya di budidayakan di Indonesia.

  • Bawang merah bima brebes
  • Bawang merah ampenan
  • Bawang merah jenis maja cipanas
  • Bawang merah banteng
  • Bawang merah lampung
  • Bawang merah kuning
  • Bawang merah sumenep
  • Bawang merah keeling
  • Bawang merah medan
  • Bawang merah timor

Nah itulah pembahasan lengkap mengenai nama latin bawang merah dan klasifikasinya. Semoga dapat menjadi referensi dan pengetahuan bagi kalian yang sedang mencari pembahasan ini. Terima kasih dan salam @PakTani11

Tinggalkan komentar