Jelaskan Pengertian Kritik Karya Seni Rupa

Jika suatu hari kita diminta bantuan oleh adik kita yang masih duduk di bangku SD atau SMP untuk mengerjakan tugas pekerjaan rumah, dan pada salah satu tugas terdapat pertanyaan ” jelaskan pengertian kritik karya seni rupa.” Jangan bingung dan tetap tenang jika belum tahu.

Mungkin bagi kita yang gemar membaca, akan dapat dengan mudah menjawabnya. Namun ketika kita tidak ada waktu untuk membaca pengetahuan tentang hal tersebut dikarenakan sibuk dengan pekerjaan dan urusan lainnya, apakah kita akan membantu menjawabnya dengan asal-asalan?

Nah pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi tentang hal tersebut. Agar dapat menambah wawasan dan tugas sekolah adik kita dapat di selesaikan dengan baik dan benar.

Artikel sebelumnya adalah penjelasan arti penting mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

Mari Kita Jelaskan Pengertian Kritik Karya Seni Rupa

Jelaskan Pengertian Kritik Karya Seni Rupa
Sumber: canva

Kritik karya seni merupakan kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukan kelebihan suatu karya seni. Maksud dari memberikan keterangan kelebihan dan kekurangan ini adalah untuk menilai kualitas dari sebuah karya.

Kritikus adalah orang yang biasa melakukan kritik terhadap sebuah karya seni dan budaya. Tanggapan atau penilaian dari seorang kritikus ternama ini akan sangat mempengaruhi kualitas sebuah karya seni dan bahkan dapat mempengaruhi harga jual karya tersebut.

Terdapat beberapa landasan yang harus ada ketika akan menyampaikan sebuah kritikan, yaitu:

  1. Memiliki pengalaman yang cukup dalam materi kritik;
  2. Memiliki keilmuan dan pengetahuan yang relevan;
  3. Menguasai penerapan metode kritis yang tepat;
  4. Menguasai media kritik dan kebahasaan yang efektif dan komunikatif.

Fungsi Kritik Seni

Fungsi utama kritik seni adalah untuk menjembatani persepsi dan apresiasi karya seni rupa antara seniman, karya, dan para penikmat seni.

Fungsi kritik seni lainnya adalah kritik menggunakan gaya bahasa tulisan maupun lisan untuk berusaha melakukan analisa, mengupas dengan harapan dapat memudahkan seniman dan penikmat seni untuk berkomunikasi lewat karya seni.

Jenis Kritik Seni

Terdapat 4 jenis kritik seni yang memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda-beda, diantaranya adalah:

1. Kritik Jurnalistik

Jenis kritik yang pertama adalah kritik jurnalistik. Kritik jurnalistik umumnya ditulis untuk para pembaca surat kabar dan majalah atau dapat juga disampaikan secara terbuka. Tujuan dari kritik jurnalistik adalah untuk memberikan informasi mengenai berbagai peristiwa dalam dunia kesenian.

Sedangkan isi dari kritik jurnalistik berupa ulasan ringkasan yang jelas tentang suatu pameran. konser, pementasan, atau pertunjukan lainnya.

2. Kritik Pendagonik

Jenis kritik yang kedua adalah kritik pendagonik. Kritik pendagonik bertujuan untuk mengembangkan bakat dan potensi artistik-estetik peserta didik agar memiliki kemampuan mengenali bakat dan potensi yang dimilikinya.

Ciri-ciri kritik pendagonik ini yaitu diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan kesenian dan kritik ini dikembangkan oleh guru kesenian.

3. Kritik Ilmiah

Kritik ilmiah atau biasa disebut kritik akademi ini melakukan pengkajian nilai seni secara dalam, luas, dan juga sistematis, baik mengkaji ataupun menganalisis banding kesejarahan critical judgment.

Penilaian kritik ilmiah ini tidak bersifat mutlak. Kritik ini bersifat terbuka dan siap di koreksi oleh siapapun demi penyempurnaan dan mencari nilai karya seni yang sebenarnya.

4. Kritik Populer

Kritik populer adalah jenis kritik yang berkembang di seluruh dunia. Ciri-ciri kritik populer ini adalah suatu gejala umum dan kebanyakan dihasilkan oleh kritikus abal-abal atau kritikus tidak ahli, terutama jika dilihat dari aspek profesionalisme kritisme seni.

Bentuk Kritik Seni

Berdasarkan titik tolak landasan yang digunakan, pendekatan kritik seni dibagi menjadi 3, yaitu:

1.Pendekatan Formalistik

Kritik seni fromalistik ini mengasumsikan bahwa kehidupan seni mempunyai dunianya sendiri, artinya adalah terlepas dari realitas kehidupan keseharian yang kita alami.

Kritikus formalis bernama Clive Bell berpendapat bahwa “art is to be art, must be independent and self suficient.”

Kriteria kritik formalis ini adalah untuk menentukan ekselensi karya seni adalah significant form, yaitu kapasitas bentuk seni yang melahirkan emosi estetis bagi pengamat seni.

2. Pendekatan Ekspresivisme

Selanjutnya adalah teori ekspensif yang menganggap karya seni sebagai ekspansi perasaan manusia. Kritik seni ekspensivisme ini menentukan kadar keberhasilan seni atas kemampuannya membangkitkan emosi secara efektif, intensif, dan penuh gairah.

3. Pendekatan Instrumentalistis

Teori seni instrumentalistis menganggap bahwa seni sebagai sarana untuk memajukan dan mengembangkan tujuan moral, agama, politik, dan berbagai tujuan psikologis dalam kesenian.

Seni di pandang sebagai instrumen agar dapat mencapai tujuan tertentu, sedangkan nilai seni terletak pada manfaat serta kegunaannya bagi masyarakat.

Kritikus instrumentalis pada umumnya memiliki pendapat yaitu bahwa kreasi artistik tidak terletak pada kemampuan seniman untuk mengelola material seni atau pada masalah internal karya seni. Seorang kritikus akan kesulitan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan seni rupa jika istilah tersebut tidak mereka ketahui.

Tahapan Dalam Kritik Seni

Tahapan-tahapan kritik seni dapat dibagi menjadi 4, yaitu:

1. Deskripsi

Deskripsi merupakan tahapan guna untuk menemukan, mencatat, dan juga mendeskripsikan segala sesuatu yang dilihat apa adanya, serta tidak berusaha untuk melakukan analisis atau mengambil kesimpulan.

Agar kita dapat mendeskripsikan dengan baik, maka seorang kritikus harus mengetahui istilah-istilah teknis yang umumnya digunakan dalam dunia seni rupa. Jika seorang kritikus tidak mengetahui istilah-istilah tersebut, maka akan kesulitan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan seni rupa.

2. Analisis Formal

Analisis formal merupakan tahapan yang biasanya digunakan untuk menelusuri sebuah karya seni berdasarkan struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya.

Didalam tahapan ini, seorang kritikus harus memahami unsur-unsur seni rupa dan juga prinsip-prinsip penataan atau penempatannya pada sebuah karya seni.

3. Interpretasi

Interpretasi merupakan tahapan penafsiran makna sebuah karya seni meliputi tema yang di garap, simbol dan masalah yang di hadirkan. Penafsiran ini bersifat terbuka, dan dipengaruhi oleh sudut pandang dan wawasan kritikusnya.

Tetapi pada umumnya, semakin luas wawasan seorang kritikus, maka semakin banyak pula penafsiran karya yang dikritisinya.

4. Evaluasi atau Penilaian

Evaluasi atau penilaian ini merupakan tahapan yang menjadi ciri kritik karya seni. Penilaian atau evaluasi adalah tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas suatu karya seni jika dibandingkan dengan karya lainnya yang sejenis.

Perbandingan ini dilakukan terhadap berbagai aspek yang terkait dengan karya tersebut, baik itu aspek formal atau aspek konteks.

Nah itulah pembahasan mengenai kritik karya seni rupa. Dengan pembahasan ini, maka kami yakin jika ada pertanyaan yang berhubungan dengan kalimat jelaskan pengertian kritik karya seni rupa, maka akan dapat dengan mudah menjawabnya.