Jelaskan Pengertian Iman Kepada Kitab Allah

Dapatkah kita menjawab pertanyaan jelaskan pengertian iman kepada kitab Allah SWT dengan benar sesuai dengan apa yang pernah di ajarkan oleh guru agama kita ketika kita masih bersekolah?

Jika di lihat dengan sekilas mengenai pertanyaan jelaskan pengertian iman kepada kitab Allah SWT mungkin terlihat sepele.

Tapi ketika kita akan menjawab pertanyaan tersebut, apakah kita yakin dapat menjawabnya semudah kita membaca pertanyaan tersebut?

Jawaban pada pertanyaan jelaskan pengertian iman kepada kitab Allah SWT ternyata memiliki beberapa penjelasan yang lebih rinci seperti pada penjelasan pengertian Asmaul Husna.

Jelaskan Pengertian Iman Kepada Kitab Allah SWT

Jelaskan Pengertian Iman Kepada Kitab Allah
Sumber Gambar: storage.nu.or.id

Agar kita tidak salah dalam memberikan jawaban pada pertanyaan jelaskan pengertian iman kepada kitab Allah SWT, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas bersama-sama mengenai jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut.

Sebelum kita membahas lebih dalam, perlu kita ketahui bahwa kata ‘iman’ mempunyai arti yaitu seorang hamba yang percaya terhadap Dzat Yang Maha Kuasa, yaitu Allah SWT.

Selain itu, iman tidak hanya kepada Allah SWT saja, namun seperti yang telah kita ketahui bersama sebagai umat Islam, bahwa di dalam Islam terdapat 6 rukun iman yang wajib kita percayai.

Diantaranya adalah iman kepada Allah SWT, iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT, iman kepada nabi dan rasul Allah SWT, iman kepada kitab-kitab Allah SWT, iman kepada Hari Akhir (Hari Kiamat) dan yang terakhir adalah iman kepada Qada dan Qodar.

Dengan kita beriman kepada kitab-kita Allah SWT, maka kita telah mempercayai rukun iman yang ke-4.

Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT maksudnya adalah kita percaya dengan sesungguhnya bahwasanya kitab-kitab Allah SWT memang ada dan telah diturunkan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul yang diutus-Nya. Tentunya dengan melalui perantara malaikat Jibril a.s.

Kata ‘kitab’  كِتَاب berasal dari bahasa Arab kataba, yaktubu, katban ; كَتَبَ – يَكْتُبُ – كَتْبًا dimana memiliki dua arti yaitu perintah dan tulisan.

Sedangkan menurut istilah yaitu Kalamullah yang diturunkan kepada nabi dan rasul-rasul-Nya.

Selain dijadikan sebagai pedoman atau pegangan hidup manusia, kitab sendiri menyimpan berbagai makna atau cerita tentang kehidupan umat-umat terdahulu.

Allah SWT berfirman di dalam Surat Al-Baqarah ayat empat, seperti di bawah ini:

Selain itu, terdapat dalil yang menjelaskan tentang iman kepada kitab Allah SWT, yaitu terdapat di dalam Surat An Nisa ayat 136:

Selain menurunkan kitab suci, Allah SWT juga menurunkan suhuf. Suhuf merupakan lembaran-lembaran yang telah diturunkan kepada para nabi, misalnya Nabi Syits as, Nabi Idris as, Nabi Ibrahim as dan juga Nabi Musa as.

Perbedaan Kitab dan Suhuf

Terdapat perbedaan antara kitab dan suhuf seperti:

  • Kitab berisi lebih lengkap dari suhuf
  • Kitab dibukukan sedangkan suhuf tidak dibukukan (berupa lembaran)

Selain itu, suhuf berjumlah 100 dimana rinciannya adalah:

  • 50 suhuf diturunkan ke Nabi Syits as
  • 30 suhuf diturunkan ke Nabi Idis as
  • 10 suhuf diturunkan ke Nabi Ibrahim as
  • 10 suhuf diturunkan ke Nabi Musa as

Kitab-Kitab yang Diturunkan Oleh Allah SWT

Kita pasti telah mengetahui bahwa Allah SWT telah menurunkan 4 kitab kepada para nabi dan rasul yang di utus-Nya.

Dimana kitab-kitab tersebut mempunyai peran tersendiri pada zamannya. 4 kitab ini turun secara berkelanjutan hingga sampai pada masanya Nabi Muhammad saw.

Dibawah ini adalah 4 kitab suci yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepada para nabi dan rasul yang wajib kita imani.

1. Kitab Taurat

Kitab Taurat merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa as untuk dijadikan sebagai pedoman dan juga petunjuk bagi kaum Bani Israel.

Ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam surat Al-Isra ayat 2:

Terdapat 10 isi kandungan di dalam Kitab Taurat, diantaranya:

  1. Kewajiban untuk meyakini keesaan Allah SWT
  2. Larangan untuk menyembah berhala
  3. Dilarang menyebut nama Allah dengan sia-sia
  4. Berbakti/menghormati kedua orang tua
  5. Agar mensucikan hari sabtu (sabat)
  6. Larangan melakukan perbuatan zina
  7. Dilarang membunuh manusia lainnya tanpa adanya alasan yang benar
  8. Larangan untuk menjadi saksi palsu
  9. Dilarang mencuri
  10. Larangan agar tidak mengambil hak orang lain

2. Kitab Zabur

Selanjutnya adalah Kitab Zabur. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud as untuk dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk bagi umat Nabi Daud as.

Sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah SWT di dalam surat Al-Isra ayat 55:

Kitab Zabur berisi tentang pujian-pujian kepada Alllah SWT dan ditulis dalam bahasa Qibti. Kitab Zabur juga berisi tentang zikir, doa, nasihat-nasihat dan kata-kata hikmah.

3. Kitab Injil

Kitab Injil merupakan kitab Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Isa as. Peristiwa turunnya Kitab Injil ini di abadikan di dalam Al-Qur’an, salah satunya pada Surat Al-Maidah ayat 46:

4. Kitab Al-Qur’an

Kitab yang terakhir adalah Kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan kepada makhluk ciptaan Allah SWT paling sempurna yaitu Nabi Muhammad saw.

Al-Qur’an dijadikan sebagai petunjuk dan juga pedoman bagi seluruh umat manusia hingga datangnya Hari Akhir.

Kitab Al-Qur’an bukan hanya diturunkan untuk bangsa Arab saja, tetapi untuk seluruh bangsa yang ada di alam semesta.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Furqon ayat 1:

Diantara semua kitab yang telah dijelaskan tersebut diatas, Al-Qur’an merupakan kitab paling sempurna dan dijadikan sebagai sumbernya segala macam ilmu.

Beberapa popok isi di dalam Al-Qur’an diantaranya adalah:

  • Pembahasan tentang ketauhidan kepada Allah SWT (akidah)
  • Pembahasan mengenai tata cara atau beribadah
  • Pembahasan yang berhubungan dengan syariat
  • Serta masih banyak lagi yang lainnya

Selain itu, terdapat kedudukan-kedudukan Al-Qur’an seperti:

  • Sebagai salah satu mukjizat untuk Nabi Muhammad saw
  • Al-Qur’an berkedudukan sebagai wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw
  • Dijadikan sebagai sumber dari segala sumber ilmu dan hukum Islam
  • Serta sebagai pedoman hidup manusia agar bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia hingga akhirat

Penerapan Iman Terhadap Kitab-Kitab Allah SWT

Terdapat banyak cara untuk beriman kepada kitab-kitab Allah SWT, seperti:

  • Kita sebagai umat Islam wajib meyakini bahwa kitab-kitab yang telah dijelaskan diatas merupakan wahyu dari Allah SWT dan bukan ciptaan atau karangan para nabi dan rasul
  • Harus meyakini kebenaran-kebenaran yang terkandung di dalam kitab-kitab Allah SWT

Sebenarnya terdapat banyak cara untuk meyakini atau beriman kepada Al-Qur’an. Dibawah ini adalah beberapa contoh caranya beriman kepada Al-Qur’an.

  • Harus meyakini jika Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah SWT, bukan karangan Nabi Muhammad saw
  • Wajib meyakini bahwa isi di dalam Al-Qur’an itu memang di jamin kebenarannya oleh Allah SWT tanpa ada keraguan sedikit pun
  • Mempelajari, memahami dan juga menghayati isi kandungan di dalam Al-Qur’an
  • Berusaha mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari

Hikmah dan Manfaat Beriman Kepada Kitab Allah SWT

Adapun hikmah atau manfaat beriman kepada kitab-kitab Allah SWT diantaranya adalah:

  • Untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
  • Menjadi motivasi untuk menjalankan kewajiban-kewajiban ibadah seperti yang dijelaskan di dalam kitab-kitab-Nya
  • Menjadikan hidup manusia lebih tertata karena terdapat hukum yang sumbernya berasal dari kitab suci
  • Menjaga ketakwaan manusia agar selalu menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT
  • Untuk menumbuhkan sikap optimis karena telah diberi/dikaruniai pedoman hidup dari Allah SWT untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat

Demikianlah jawaban yang tepat untuk pertanyaan jelaskan pengertian iman kepada kitab Allah SWT, perbedaan kitab dan suhuf, kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah SWT, penerapan iman terhadap kitab-kitab Allah SWT dan hikmah atau manfaat beriman kepada kitab Allah SWT.