Pengertian Halalan Thayyiban

Berikut ini akan kami jelaskan pengertian halalan thayyiban secara singkat dan mudah dipahami. Apa itu halalan thayyiban?

Halalan thayyiban adalah kalimat yang sering diucapkan oleh umat muslim ketika mendapati suatu barang yang akan dikonsumsi atau dalam perihal muamalah.

Memahami dengan benar pengertian kata halalan thayyiban menjadi suatu yang penting supaya bisa menerapkan cara beragama yang baik.

Baca juga arti barakallah fikum.

Jelaskan Pengertian Halalan Thayyiban ! Ini Jawaban yang Paling Tepat

Jelaskan Pengertian Halalan Thayyiban singkat jelas
Sumber: Canva

Secara umum, umat muslim memahami kata halalan thayyiban yaitu arti dari kata halal dan baik. Jawaban ini sudah benar, namun perlu diperjelas lagi penjelasan secara detailnya.

Jadi kata halalan thayyiban adalah gabungan dari dua kata halalan dan thayyiban.

Pengertian Halalan (Halal)

Kata halalan adalah bahasa Arab yang jika diartika yaitu lepas atau tidak terikat.

Jika tentang makanan, berarti makanan yang halalan (halal) maknanya makanan yang terlepas serta tidak terikat oleh hal-hal membuatnya jadi terlarang dikonsumsi.

Pengertian Thayyiban

Sedangkan kata thayyiban sama-sama dari bahasan Arab, yang maknanya baik, sehat, utama, lezat, mententramkan. Jika tentang makanan, maka maknanya makanan yang baik, lezat, serta sehat.

Maka, dari penjelasan di atas, bisa kita simpulkan, suatu makanan yang dikatakan halalan thayyiban artinya makanan yang tidak terikat oleh hal-hal yang membuat makanan tersebut dilarang dikonsumsi, serta makanan itu baik dan menyehatkan.

Kriteria Makanan Halalan Thayyiban

Jika dilihat daris segi kebebasan, manusia bisa memakan jenis makanan apa saja yang ada di muka bumi ini.

Namun Allah SWT menciptakan segala sesuatu selalu berpasang-pasangan. Ada langit ada bumi, ada laki-laki ada perempuan, dan lain-lain.

Termasuk ada baik dan ada buruk. Dalam masalah makanan, ada yang baik untuk tubuh dan jiwa manusia, ada pula yang buruk untuk tubuh dan jiwa manusia.

Maka penting untuk memahami dan mengenal jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi manusia.

Kriteria Makanan Halal

Berdasarkan dengan sumber yang kami ambil informasinya, makanan yang halal menurut Al Quran yaitu sebagai berikut.

  • Makanan yang bersumber dari daging-daging hewan yakni makanan jenis hewani.
  • Makanan yang bersumber dari tumbuhan yang ada di bumi yakni makanan jenis nabati.
  • Makanan yang bersumber dari keduanya (tumbuhan dan hewan).

Namun perlu digaris bawahi, ada beberapa hewan yang di dalam Al Quran dilarang dimakan dagingnya.

Maka penting juga untuk memahami kriteria dari makanan yang thayyiban. Untuk itu silahkan simak penjelasan kriteria makanan thayyiban berikut ini.

Kriteria Makanan Thayyiban

Jika dilihat dari maknanya kata thayyiban adalah baik, lezat, dan sehat. Maka, makanan yang termasuk dalam kriteria thayyiban yakni makanan yang bergizi, dan mendatangkan banyak manfaat bagi tubuh dan jiwa.

Karena tidak semua makanan yang lezat bisa mendatangkan manfaat. Contoh saja daging babi, khomar/arak, dan makanan yang besifat tidak bermanfaat lainnya.

Manfaat dari Halalan Thayyiban

Manfaat halalan thayyiban dalam makanan penting untuk diketahui. Karena ini berkaitan dengan keberkahan hidup dan sampai ke masalah terkabulnya sebuah doa.

Seperti yang selalu diingatkan dalam setiap ceramah para dai-dai. Bahwa makanan yang halal dan dapat dengan cara yang halal merupakan salah satu sebab terkabulnya doa.

Makanan yang halal bisa saja menjadi haram, apabila didapat dengan cara yang tidak halal. Dan ini bisa berefek pada tertahannya doa di langit.

Adapun dalilnya adalah ketika nabi Muhammad SAW bercerita tentang laki-laki yang sudah menempuh suatu perjalanan jauh.

Sampai-sampai rambutnya kusut serta berdebu. Orang tersebut mengangkat kedua tangannya ke arah langit seraya berdoa, wahai Tuhanku, wahai tuhanku.

Tetapi padahal ia memakan makanan dari yang haram, meminum dari minuman yang dihasilkan dengan cara yang haram, dan pakaiannya juga dari yang haram, bagaimanakah Allah SWT akan mengabulkan doanya.

Kisah itu terdapat di dalam hadits yang diriwayatkan Muslim. Maka dari itu, seorang muslim seharusnya tidak memakan makanan yang haram.

Ingat, bahwa makanan haram bukan hanya makanan yang dalam bentuk fisik sudah dihukumi haram, namun makanan yang halal, jika didapat dengan cara yang tidak baik, haram, maka itu menjadi haram. Wallahu’alam.

Demikian jawaban dari pertanyaan jelaskan pengertian halalan thayyiban. Semoga menjawab dan apabila ada kekeliruan semata-mata dari penulis.