Cara Menanam Sawi

Hallo Sahabat Tanam? Mari kita belajar cara menanam Sawi. Sebelumnya, apakah sobat sudah mengenal lebih jauh tanaman sawi? Seperti apa nama ilmiah tanaman sawi, jenis-jenis sawi, kandungan sawi, dan apa saja manfaat sawi?

Sawi atau yang mempunyai nama ilmiah Brassica sinensis L adalah tanaman hijau yang kaya akan gizi. Tanaman sawi mengandung fitonutrien yang bagus untuk mendukung kesehatan tubuh dan mampu untuk menangkal penyakit.

Sayuran hijau yang satu ini juga diperkaya dengan vitamin C. Tentu kita semua tahu betapa besar manfaat vitamin C bagi tubuh kita. Selain itu, sawi juga mampu mencegah penyakit jantung dan diabetes.

Karena sawi rendah akan lemak jahat, sehingga dapat mencegah terjadinya pembentukan suatu plak di arteri yang bisa menyebabkan serangan jantung. Dan sayuran hijau ini juga rendah akan kolesterol, bahkan dipercaya dapat mengontrol kolesterol di dalam tubuh kita.

Sehingga bagus untuk mengurangi resiko terserang penyakit diabetes. Nah kurang lebihnya itu penjelasan untuk mengenal lebih jauh tanaman sayuran sawi. Baik, selanjutnya kita bahas bagaimana cara menanam sawi yang baik dan benar.

Baca juga macam-macam sayuran yang ada di Indonesia.

Cara Menanam Sawi Putih/Hijau yang Baik dan BenarCara Menanam Sawi Putih dan Hijau

Sumber: pixabayBagi yang belum biasa bertani, tentu sangat membutuhkan informasi tentang bagaimana cara menanam sawi yang baik dan benar. Dan tentunya pengin tahu secara detail step by stepnya.

Siapa sih yang menginginkan kegagalan. Untuk meminimilasir kegagalan yaitu dengan cara mencari tahu informasi secara lengkap dan teliti. Nah, bagi anda yang ingin mencari informasi cara menanam sawi step by step, berikut caranya.

Baca juga jenis jenis sawi

1. Pemilihan Benih Sawi yang Berkualitas

Hal pertama yang benar-benar harus diperhatikan adalah pemilihan benih yang akan ditanam. Bagaimana mungkin jika menginginkan hasil yang memuaskan tetapi dalam penyeleksian tahap awal ini tidak berhati-hati.

Maka dari itu pemilihan benih sawi yang berkualitas ini benar-benar penting. Agar harapan memanen yang maksimal bisa terwujud. Apa cara ciri-ciri benih sawi yang berkualitas.

Ciri-ciri Benih Sawi yang Berkualitas

  • Bentuknya bulat
  • Warna benih coklat kehitaman
  • Tekstur benih yang keras dan permukaan yang licin
  • Belilah benih yang terbungkus rapat dari aluminium foil.

Ciri-ciri di atas penting untuk diterapkan ketika anda memilih benih sawi. Poin yang paling penting adalah belilah benih sawi yang terbungkus rapat oleh aluminium foil.

Jika tidak ada, maka pemilihan benih harus benar-benar hati-hati. Anda bisa gunakan ciri-ciri di atas sebagai patokan.

2. Penyemaian Benih Sawi

Setelah memilih benih yang berkualitas, selanjutnya adalah penyemaian yang baik. Penyemaian benih ini sangat penting. Dengan melakukan penyemaian yang benar, maka anda sudah berusaha untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman sawi.

Penyemaian yaitu kegiatan memproses benih menjadi suatu bibit. Penyemaian ini dilakukan jika anda menanam sawi dimulai dari benih. Maka pasti membutuhkan penyemaian untuk menjadi bibit.

Bagaimana proses penyemaian benih yang benar supaya bisa menjadi bibit yang bagus? Berikut adalah langkah-langkahnya.

Langkah-langkah Penyemaian di Polybag

  • Siapkan tanah serta pupuk kandang secukupnya, yaitu menyesuaikan jumlah benih yang akan disemai.
  • Bersihkan tanah yang akan digunakan dari sampah-sampah ataupun batu.
  • Selanjutnya campurkan tanah dan pupuk dalam satu tempat, boleh ember, polybag, atau tempat lainnya, lalu aduk secara merata.
  • Setelah tercampur, mulailah menanam benih dengan cara melubangai tanah yang sudah dicampurkan dengan pupuk kandang tadi. Setelah dilubangi masukan benih-benih dan jangan terlalu dalam. Untuk satu polybag berukuran 15 cm, dapet ditanam sekitar 5 biji/benih sawi.
  • Setelah itu diamkan dan sambil diberikan penyiraman air setiap hari atau ketika tanah mengering.
  • Tunggunlah sekitar 2-3 minggu.

3. Persiapan Lahan Tanam

Pengelolan atau persiapan lahan ini bisa anda lakukan sembari menunggu benih tumbuh menjadi bibit yang siap tanam. Hal yang perlu dilakukan dalam melakukan persiapan atau pengelolan lahan adalah lokasi yang strategis.

Jika di Polybag, maka siapkan polybag yang berukuran besar, untuk memindahkan benih-benih yang sudah tumbuh menjadi bibit. Jika di tanah atau suatu lahan maka carilah lokasi yang strategis dengan tekstur tanah yang subur.

Tentunya tanah yang subur merupakan media tanam yang sangat cocok untuk tanaman sawi. Bersih dari rumput-rumput, bebatuan, atau hal yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman sawi lainnya.

Bagaimana cara mengelola atau mempersiapkan lahan yang baik untuk tanaman sawi? Anda bisa lakukan hal berikut ini di lahan yang akan dijadikan media tanam.

Langkah-langkah Persiapan Lahan

  • Cangkulah tanah yang akan dijadikan media tanam, supaya tanah menjadi gembur tidak memadat. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pertumbuhan akar tanaman sawi.
  • Untuk hasil yang maksimal, berilah pupuk kandang ketika tanah sudah selesai dicangkul.
  • Pemeriksaan PH tanah juga menjadi suatu hal yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman sawi. PH yang bagus untuk tanaman sawi adalah tidak kurang dari 5. Jika memang PH di bawah 5, cobalah ditaburkan kapur di tanah tersebut. Penaburan kapur bertujuan untuk meningkatkan PH tanah.
  • Buatlah bedengan dengan lebar 125 cm, dan panjanganya menyesuaikan banyaknya bibit yang akan ditanam. Tinggi bedengan yang bagus adalah 30 cm.
  • Setelah media tanam menjadi bedengan, buatlah lubang untuk penanaman bibit, dengan jarak antar lubang minimal 5 cm.

4. Proses Penanaman Bibit Sawi

Jika bibit sudah memiliki daun kira-kira 3-4 helai, maka sudah cukup untuk dipindahkan ke media tanam, yaitu tanam yang sudah dibuat bedengan tadi.

Proses ini bisa dikatakan mudah, tetapi butuh kehati-hatian tingkat tinggi. Kenapa? Dalam proses ini tentunya akan melewati tahap pencabutan bibit dari media penyemaian.

Cabutlah dengan penuh hati-hati supaya akar-akar bibit bisa tetap utuh ketika pencabutan. Nah, jika sudah tercabut dengan sempurna segeralah dimasukan atau ditanamkan ke media tanam yang sudah disiapkan.

Tutuplah akar-akar dengan lembut dan jangan terlalu padat. Ini sangat membantu proses adaptasi bibit ke media tanam yang baru.

5. Proses Perawatan

Jika anda sudah melalui tahapan cara menanam sawi di atas, maka tahap berikutnya adalah perawatan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan perawatan secara konsisten pada tanaman sawi.

Apa saja yang dilakukan untuk merawat tanaman sawi? Ada beberapa yang perlu anda lakukan untuk proses perawatan, berikut adalah hal-hal tersebut.

Perawatan yang Maksimal

  • Penyiraman

Penyiraman sangat diperlukan. Terlebih setelah pemindahan ke media tanam. Anda bisa melakukan penyiraman secara maksimal yaitu 2-3 kali sehari. Namun, penyiraman bisa saja tidak dilakukan, jika sedang musim hujan.

  • Penjarangan Tanaman

Penjarangan atau pencabutan tanaman sawi yang tumbuh terlalu dekat perlu dilakukan. Hal ini bertujuan supaya tanaman sawi dapat tumbuh dengan maksimal. Biasanya ini akan terlihat ketika usia tanaman sawi masuk dua minggu.

  • Pemupukan

Pemupukan ini bertujuan untuk memberi vitamin pada tanaman sawi. Seperti halnya manusia, tanaman juga membutuhkan asupan vitamin yang cukup supaya tumbuh secara maksimal. Pemupukan bisa dilakukan setelah usia 2 minggu setelah penanaman.

Pemanenan Sawi

Nah, jika anda sudah melakukan tahapan-tahapan di atas dengan benar, maka anda sudah melakukan persiapan untuk panen yang maksimal. Karena petani bisa saja tidak merasakan indahnya pemanenan jika tidak melakukan tahapan-tahapan di atas.

Pemanenan normalnya bisa dilakukan ketika usia tanaman sawi sudah lebih dari 50 hari. Karena normalnya sawi ketika sudah berusia 50 hari, sudah terlihat untuk siap dipanen. Itulah langkah-langkah cara menanam sawi baik hijau atau pun sawi putih.

Manfaat Sawi

Tanaman Sayur Sawi Hijau
Sumber: pixabay

Sedikit informasi tentang sayur sawi, setelah kita membahas tentang cara menanam sawi, kami sajikan sedikit tentang manfaat sawi. Ada banyak manfaat dari sayuran. Termasuk sayur sawi ini.

Ini penting untuk diketahui kita semua. Bagi petani sawi, tentu mengetahui manfaat sawi akan menambah semangat dalam bertani menanam sawi.

Dan bagi yang mengkonsumsi, mengetahui manfaat sawi menjadi suatu hal yang bisa menumbuhkan semangat untuk mengkonsumsi sawi. Berikut ini adalah beberapa manfaat tanaman sawi.

1. Mencegah Penyakit Kanker

Manfaat sawi yang pertama adalah untuk mencegah kanker. Kita semua percaya, bahwa sayuran itu memang menyehatkan. Banyak kandungan-kandungan dalam sayuran, khususnya sayuran sawi ini yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk mencegah kanker.

Sayur sawi mengandung Glucosinolates, yang mana itu berfungsi menghambat perkembangan berbagai penyakit kanker.

2. Bagus untuk Kesehatan Tulang

Sayur sawi mengandung vitamin K, yang mana vitamin tersebut bagus untuk menjaga kesehatan tulang. Beruntunglah bagi yang suka mengkonsumsi sayur sawi.

Meskipun sudah tahu manfaatnya bagus untuk kesehatan tulang, kita tetap harus menjaga pola makan kita. Makanlah secukupnya saja, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

3. Menyehatkan Kulit

Selain mengandung vitamain K, sayur sawi juga mengandung vitamin C, yang mana vitamin tersebut bagus untuk kesehatan kulit. Tentu ini menjadi niai positif yang bisa meningkatkan semangat kita untuk mengkonsumsi sayur sawi.

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat-manfaat sayur sawi lainnya. Dari tiga manfaat saja sudah membuktikan bahwa sayur sawi memang bermanfaat. Jadi terus tingkatkan semangat kita mulai dari mencari informasi cara menanam sawi sampai manfaat-manfaat dari sayur sawi.

Tinggalkan komentar