Cara Menanam Cabe Rawit di Sawah

Tips cara menanam cabe rawit di sawah sebenarnya sama seperti menanam cabe rawit di kebun. Hal yang membedakan hanya terletak pada lokasi lahannya saja.

Cabe rawit atau Capsicum Frutescens merupakan jenis cabe yang banyak dibudidaya di Indonesia. Karena memiliki iklim tropis, maka Indonesia memiliki potensi yang sangat baik untuk membudidayakan cabe rawit ini.

Jika dibandingkan dengan jenis cabe merah atau cabe keriting, cabe rawit memiliki tingkat kepedasan diatas kedua jenis cabe tersebut.

Baca Juga : Manfaat Bawang Dayak untuk Pria

Cara Menanam Cabe Rawit di Sawah

Cara Menanam Cabe Rawit di Sawah
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Sebenarnya cabe rawit dapat tumbuh dimana saja tanpa harus di tanam di sawah. Ini karena cabe rawit merupakan tanaman yang mudah beradaptasi dengan lingkungan. Meskipun demikian, cabe rawit akan lebih optimal jika di tanam pada daerah dataran rendah, dengan ketinggian 0-500 mdpl.

Jika cabe rawit di tanam pada lokasi diatas 1000 mdpl, maka akan menyebabkan produktifitasnya berkurang. Umumnya, tanaman cabe rawit ini membutuhkan sinar matahari penuh, yaitu minimal 8 jam/hari dengan pH tanah idealnya adalah 6,5-7.

Sedangkan untuk lahan menanam cabe rawit sebaiknya lahan yang masih steril. Maksudnya adalah lahan yang belum pernah digunakan untuk menanam cabe rawit atau minimal tidak ditanami cabe selama 6 bulan.

Nah agar pertumbuhan tanaman cabe dapat berkembang dengan baik dan sehat, maka kita harus mengetahui tentang cara menanam cabe rawit di sawah. Adapun tahapan-tahapan cara menanam cabe rawit di sawah adalah sebagai berikut:

Menyiapkan Lahan

Cara Menanam Cabe Rawit di Sawah
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Cara pertama untuk menanam cabe rawit di sawah adalah dengan menyiapkan lahan terlebih dahulu. Bersihkan lahan sawah yang akan ditanami cabe dari rumput atau gulma dan juga sisa-sisa tanaman sebelumnya.

Selanjutnya adalah melakukan penggemburan tanah. Buat juga bedengan dengan lebar antara 90-100 cm dimana tinggi dan panjang bedengan menyesuaikan dengan kondisi lahan.

Bedengan ini bertujuan untuk menghindari agar tanaman cabe tidak tergenang oleh air ketika hujan. Kita dapat membuat bedengan dengan jarak antar bedengan sekitar 60-70 cm.

Jika bedengan sudah siap, maka selanjutnya adalah menaburkan pupuk dasar. Beberapa pupuk dasar yang baik untuk cabe rawit adalah pupuk kandang/kompos, TSP, ZA dan juga KCL.

Taburkan pupuk dasar 10-15 hari sebelum bibit cabe rawit di tanam. Jika pH tanah dibawah 6.5, maka kita perlu menaburkan pupuk dolomit untuk menaikkan kadar keasaman tanahnya, Untuk jarak tanamnya sendiri antara 70 x 60 atau 80 x 60 cm.

Menyiapkan Bibit atau Menyemai Cabe Rawit

Untuk benih cabe rawit sendiri bermacam-macam, baik itu cabe rawit lokal atau cabe rawit hibrida, keduanya sama-sama dapat dijadikan sebagai bibit.

Pilihlah buah cabe dari tanaman yang sehat serta gunakan buah cabe yang telah matang dengan sempurna yaitu sekitar 90-100%. Ciri-ciri buah cabe yang baik adalah buah dari hasil panen ke-4 hingga ke-6.

Setelah mendapatkan benih, selanjutnya adalah melakukan penyemaian. Penyemaian dapat dilakukan dengan menggunakan media polybag atau tebar bedeng. Untuk benih yang baru dibuat ini dapat langsung disemai.

Sedangkan benih yang sudah lama, sebelum di semai sebaiknya direndam terlebih dahulu menggunakan air hangat kuku dan ZPT atau dapat juga direndam menggunakan air bawang merah. Bibit cabe rawit dapat di tanam pada lahan ketika berusia 25-30 hari setelah penyemaian.

Cara Menanam Bibit Cabe Rawit

Dalam penanaman bibit cabe rawit sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari. Ketika penanaman selesai, segera lakukan penyiraman agar tanaman tidak layu.

Perlu diperhatikan, jika kita menanam cabe rawit pada musim hujan, maka gunakan jarak tanam 80 x 60 cm, sedangkan pada musim kemarau maka menggunakan jarak 70 x 60 cm.

Memasang Ajir

Ajir atau disebut juga lanjaran diperlukan untuk menopang tanaman agar dapat berdiri kokoh. Memasang ajir sebaiknya dilakukan sebelum penanaman. Setelah ajir di pasang, kemudian tanam bibit cabe rawit di dekat ajir.

Agar berdiri kokoh, maka kita dapat mengikatkan tanaman cabe rawit menggunakan tali ke ajir yang telah di pasang. Ajir ini dapat dibuat menggunakan kayu atau pun bambu.

Tancapkan ajir dengan jarak sekitar 5 cm dengan batang tanaman. Ketika tanaman sudah besar, maka ajir di pasang dengan posisi miring membentuk sudut 30 atau 45 derajat. Ini bertujuan agar ajir tidak merusak tanaman.

Cara Perawatan dan Pemeliharaan Cabe Rawit

Cara Menanam Cabe Rawit di Sawah
Sumber Gambar: abahtani.com

Dalam merawat tanaman cabe, kita dapat melakukan penyulaman jika terdapat tanaman yang mati atau terindikasi terserang penyakit. Penyulaman ini dapat dilakukan hingga tanaman berusia 2 minggu.

Selain itu, kita juga perlu membersihkan gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman cabe rawit sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Lakukan juga penyiraman secara rutin terlebih lagi jika kita menanam di musim kemarau. Supaya tanaman cabe rawit tumbuh subur, maka kita perlu melakukan pemupukan susulan.

Pemupukan susulan pertama dapat dilakukan ketika tanaman cabe rawit berusia 2 minggu dari masa tanam. Gunakan pupuk NPK sebanyak 3 kg/1000 tanaman dengan cara melarukannya menggunakan air sebanyak 200 liter.

Kocorkan pada tanaman cabe rawit sebanyak 200 ml/tanaman. Sedangkan pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 1 minggu sekali dengan penambahan dosis secara berkala. Beberapa jenis pupuk yang cocok untuk tanaman cabe rawit adalah NPK, TSP, KCL, ZA, MKP dan KNO3.

Selain memberikan pupuk untuk membantu pertumbuhan tanaman, memberikan pupuk semprot pada daun juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara mikro. Agar lebih praktis, lakukan penyemprotan pada daun secara bersamaan dengan insektisida dan fungisida.

Cara Pengendalian Hama Penyakit

Hama yang biasa menyerang tanaman cabe rawit adalah ulat tanah, ulat grayak, jangkrik, tungau, kutu daun/aphids, thrips, belalang, bekicot dan lainnya.

Sedangkan penyakit yang umumnya menyerang tanaman cabe rawit adalah layu bakteri, layu fusarium, virus gemini, antraknosa/patek, busuk batang, bercak daun dan busuk buah. Untuk mengendalikan hama penyakit ini dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan juga fungisida.

Cara Memanen Cabe Rawit

Cara Menanam Cabe Rawit di Sawah
Sumber Gambar: ulyadays.com

Cabe rawit dapat dipanen pada usia 80-90 hari setelah tanam. Selain itu, memanen cabe rawit dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dipanen sebagai cabe rawit hijau dan juga sebagai cabe rawit merah.

Dalam melakukan pemanenan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari sehingga buahnya terlihat masih segar dan tidak layu. Untuk memanennya sendiri dapat dilakukan secara berkala yaitu setiap 1 minggu sekali.

Jika kita dapat melakukan cara menanam cabe rawit di sawah dengan baik dan benar, maka tanaman cabe rawit dapat berproduksi 2-3 tahun untuk jenis lokal. Sedangkan untuk cabe rawit hibrida rata-rata usia produktifnya relatif lebih pendek, yaitu hanya sekitar 8-12 bulan saja.