Arti Syafakillah [Doa, Adab, Keutamaan Menjenguk Orang Sakit]

Assalamu’alaikum pembaca, Apa sebenarnya arti syafakillah dan syafakallah? Berikut ini penjelasan lengkap serta doa-doa menjenguk orang sakit, adab menjenguk orang sakit dan keutamaan menjenguk. Untuk lebih jelasnya, baca penjelasan di bawah ini.

Anda tentu sudah sering mendengar syafakillah diucapkan oleh seseorang kepada orang yang tengah sakit. Ucapan ini menjadi doa yang diberikan si orang yang menjenguk kepada orang yang dijenguk. Lantas apa sebenarnya arti syafakillah sebenarnya? Simak baik-baik artikel berikut ini.

Artikel sebelumnya inspirasi ucapan selamat ulang tahun Islami.

Arti Syafakillah

Arti Syafakillah

Syafakillah merupakan bentuk kalimat jika merujuk kaidah Bahasa Indonesia. Atau bisa juga disebut sebagai jumlah jika merujuk kaidah Bahasa Arab. Ada tiga kata yang terkumpul dalam lafadz syafakillah tersebut. Penjelasan ketiganya adalah seperti yang ada di bawah ini.

  • Kata Syafa

Kata ini disebut sebagai fi’il. Fi’il dalam kaidah Bahasa Indonesia diistilahkan dengan kata kerja. Berdasar kamus, kata syafa memiliki arti sembuh atau menyembuhkan. Huruf-huruf yang menyusunnya adalah huruf syin, huruf kaf, serta huruf ya’. Karena kata ini digabungkan dengan dlomir, maka huruf ya’ tersebut diubah menjadi alif.

Namun demikian, secara maksud, kata tersebut tetap memiliki arti yang sama dengan arti sebelum berubah. Maka catatannya, kata syafa berarti menyembuhkan dan merupakan kata kerja.

  • Kata Ki

Kata ki adalah kata ganti. Dalam Bahasa Arab, kata ganti biasa disebut dengan Isim Dlomir. Lebih jelasnya, kata ki dalam arti syafakillah ini merupakan bentuk Isim Dlomir Mukhotob yang muttashil. Dlomir Mukhatab merupakan kata ganti orang kedua atau orang yang diajak bicara. Dalam Bahasa Indonesia biasa disebut kata ganti orang kedua, baik ‘kamu’ atau ‘Anda’.

Muttashil artinya disambung. Hal ini berkaitan dengan aturan penulisan dalam kaidah Bahasa Arab. Dalam kaidah bahasa Quran tersebut, dlomir terbagi menjadi Dlomir Muttashil yang penulisannya disambung, dan Dlomir Munfashil yang penulisannya dipisah.

Anda tentu mengerti, dalam Bahasa Indonesia pun juga demikian. Teks ‘menyembuhkanmu’ mengandung kata ganti ‘mu’ yang secara penulisan disambung. Berbeda dengan teks ‘kamu menyembuhkan’. Kata ganti ‘kamu’ ditulis secara terpisah.

  • Kata Allah

Kata Allah dalam kalimat syafakillah, berfungsi sebagai subjek dari kata kerja syafa. Maka, jika dijelaskan secara berurutan, kata syafa adalah kata kerjanya, yang disebut sebagai Fi’il. Kata ki adalah Isim Dlomir Muttashil yang berarti kamu. Dalam kalimat tersebut, posisi kata ki adalah sebagai objek. Subjeknya mana? Subjeknya adalah kata Allah.

Jika Anda bertanya, mengapa posisi subjek ada di bagian belakang? Jawabannya, lagi-lagi terkait aturan. Dalam bahasa Arab, aturan penulisan kalimat adalah: kata kerja, lalu subjek, lalu objek. Jika objeknya merupakan Dlomir Muttashil, maka urutan penulisannya adalah kata kerja, disambung dengan objek dalam bentuk Dlomir Muttashil, lalu subjek.

Dengan demikian, arti syafakillah adalah ‘Allah menyembuhkanmu’. Allah sebagai subjek yang menyembuhkan. ‘Menyembuhkan’ adalah kata kerjanya. Sedang ‘mu’ atau ‘kamu’ adalah objek dalam bentuk kata ganti.

Arti Syafakallah

Arti Syafakallah

Anda mungkin bertanya tentang apa perbedaan antara syafakillah dan syafakallah. Sebab, beberapa orang mengucapkan kata berbeda pada orang yang berbeda. Bagaimana pula penggunaannya?

Sebenarnya, dua kalimat itu memiliki arti yang sama. Persis. Hanya saja, penggunaannya yang berbeda. Syafakillah memiliki Dlomir Muttashil ki, artinya kamu perempuan. Anda boleh mencatat ini baik-baik. Dlomir ki digunakan untuk menunjukkan arti kamu, namun khusus pada perempuan. Syafakallah, memiliki Dlomir Muttashil ka, artinya kamu laki-laki.

Inilah kemudian yang menyebabkan penggunaan keduanya berbeda. Jika si orang yang sakit adalah laki-laki, maka silakan Anda gunakan syafakallah. Jika si orang yang sakit adalah perempuan, maka sebaiknya Anda menggunakan syafakillah. Cukup jelas, bukan?

Doa Lengkap untuk Orang Sakit

Menjenguk orang sakit tidak hanya datang dengan membawa buah tangan, lalu menanyakan penyakit dan apa yang dirasakan si sakit saja. Sebaiknya, menjenguk orang sakit juga dengan mendoakannya, termasuk dengan mengucapkan kalimat yang baik. Salah satu kalimat yang baik itu adalah mengucapkan syafakillah. Anda sudah tahu bukan, arti syafakillah?

Lain itu, sebaiknya Anda juga berdoa untuk kebaikan si sakit. Versi doa untuk si sakit tidak hanya satu, tetapi banyak. Di antaranya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ البأسَ اشْفِ أنْتَ الشَّافِي لا شِفاءَ إِلاَّ شِفاؤُكَ شِفاءً لا يُغادِرُ سَقَماً

Atau,

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْداً اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْداً اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْداً

Atau, 

اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكأ لَكَ عَدُوّاً أوْ يَمْشي لَكَ إلى صَلاةٍ

Atau,

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أو عَيْنٍ حاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِسْمِ اللَّهِ أرْقِيكَ

Atau,

بِسْمِ اللّه الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ أُعِيذُكَ باللّه الأَحَدِ الصَّمَدِ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلمْ يُولَدْ ولَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أحَدٌ مِنْ شَرّ ما تَجِدُ

Doa-doa tersebut diambilkan dari Kitab Adzkar an Nawawi. Anda bisa membaca satu di antara doa yang sudah ditulis di atas. Jika Anda menemukan referensi doa yang lain, Anda juga boleh menggunakannya. Sebab, pada dasarnya doa apapun boleh dibacakan sebatas doa itu adalah doa yang baik untuk si sakit.

Keutamaan Mendoakan Orang Sakit

Arti syafakillah thohurun insya allah adalah semoga Allah menyembuhkan dan mensucikanmu. Lantas apa keutamaan doa untuk si orang yang sakit?

Dalam hadits yang masih diambil dari Kitab Adzkar an Nawawi disebutkan, orang sakit belum akan menemui ajalnya jika dibacakan doa. Bunyi haditsnya adalah:

وروينا في سنن أبي داود والترمذي بالإِسناد الصحيح عن ابن عباس رضي اللّه عنهما. عن النبيّ صلى اللّه عليه وسلم قال : ” مَنْ عادَ مَرِيضاً لَمْ يَحْضُرْ أجَلُهُ فَقالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ : أسألُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبّ العَرْشِ العَظِيمِ أنْ يَشْفِيكَ إلاَّ عافاهُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعالى مِن ذلِك المَرَضِ ” قال الترمذي : حديث حسن .

Adab Menjenguk Orang Sakit

Beberapa hal berikut sebaiknya dilakukan ketika Anda menjenguk orang sakit:

  • Sampaikan bahwa sakitnya akan sembuh dan tidak perlu dirisaukan. Atau, ucapkan kalimat yang baik seperti baiknya arti syafakillah ajilan. Hal ini lebih dimaksudkan untuk memberi semangat si sakit agar lekas sembuh.
  • Memuji dan menceritakan kebaikan-kebaikan si orang yang sakit. Lakukan lebih-lebih jika si sakit takut mati dan takut atas dosa yang sudah diperbuatnya.
  • Mengusap tangan atau dahi si sakit. Ini dilakukan seraya bertanya, apa yang dirasakan si sakit atau mengucapkan kalimat yang menabahkannya. Namun yang harus dipahami, Anda harus benar-benar tahu koridor muhrim dan nonmuhrim. Sebab, bisa jadi hal itu kurang sopan dilakukan pada keadaan tertentu.
  • Memberikan apa yang menjadi keinginan atau kesukaan si orang yang sakit.

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Tidak semua orang tahu keutamaan menjenguk orang sakit. Hal itu bisa menjadi sebab, menjenguk orang sakit dianggap sebagai hal remeh. Padahal, dua di antara keutamaan menjenguk orang sakit adalah:

  • Ketika Anda menjenguk orang sakit dan berdoa, maka malaikat akan mengamininya.
  • Menjenguk sesama muslim yang sakit adalah bagian dari hak yang harus ditunaikan.

Dua keutamaan di atas kiranya cukup menjadi alasan untuk mau menjenguk sesama muslim yang sakit.

7. Kesimpulan

Syafakillah memiliki arti ‘semoga Allah menyembuhkanmu’. Kalimat ini diucapkan kepada perempuan yang sakit. Sedang jika yang sakit adalah lelaki, maka yang kita ucapkan adalah kata Syafakallah. Perhatikan pula adab menjenguk serta ucapkan doa yang baik untuk si sakit.

Doa dengan referensi Anda sendiri, boleh. Doa seperti yang ditulis di atas juga boleh. Demikian ulasan tentang arti syafakillah. Semoga bermanfaat. Lebih banyak artikel di nmtchicago.org.

Tinggalkan komentar